TUGAS PAB 2018
TUGAS PAB 2018
Identitas Diri
Nama :
Rahma Ayu Saputri
NIM :
180210103095
Prodi :
Pendidikan Biologi
Kelompok :
Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa)
Identitas Buku
Judul Jurnal : Perubahan Histologis Uterus Tikus
Putih (Rattus norvegicus) Galur
Wistar : Aktufitas Antifertilisas Ekstrak Kulit Biji Mete (Anacardum occidentale L.)
Penulis : Harlita, Riezky Maya Probosari,
Joko Ariyanto
Jenis Jurnal : Jurnal Sains Terapan
Volume/Nomor : 8/2
Halaman : 1-4
Tahun :2015
ISSN : 1693-2654
Isi Jurnal
Konsep pengaturan
fertilisasi bukan merupakan hal yang
baru, banyak sejumlah tanman yang diekstraksi menjadi antifertililitas secara
turun temurun. Banyak tumbuhan yang digunakan sebagai antifertilitas,kontrasepsi,dan
abortafisien. Adapun tanaman mete (Anacardium
occidentale) merpakan tanaman tropis yang berasal dari Brazilia. Kulit mete
yang dianggap limbah ternyata memiliki kandungan Cashew Nut Shell Liquid(CNSL),atau minyak laka yang merupakan
senyawa fenolik. Adapun banyak manfaat dari asam anakardat, antara lain
bakterisidial, fungisidial, serta mematikan cacicng dan protozoa.
Siklus estrus
merupakan perubahan hormonal yang terjadi di ovarium. Pada tikuss terdiri dari
4 fase utama yaitu proestrus,estrus, metestrus, dan diestrus (Taylor,1994).
Siklus ini dapat diamati dengan melihat perubahan-perubahan struktur sel- sel
epitel vagina yang dapat dideteksi dengan metode apus vagina pewarnaan Giemsa. Uterus
pada tikus berupa tabung ganda disebut tipe duplex Dinding uterus secara histologis terdiri dari tiga
lapisan utama, yaitu lapisan endometrium, miometrium dan perimetrium. Lamina
propria disusun oleh jaringan pengikat longgar, serabut kolagen, fibroblas dan
dan limposit ditemukan diantara jaringan. Miometrium terdiri dari otot polos yang tersusun sirkular di
bagian dalam dan longitudinal di bagian luar. Perimetrium disusun oleh jaringan
pengikat dan sejumlah pembuluh darah.
Uterus memperlihatkan perubahan
siklik baik struktural maupun fungsional sebagai respons atas hormon estrogen
dan progesteron ovarium. Perubahan ini menyiapkan uterus untuk implantasi serta
tempat makan embrio dan fetus. Apabila implantasi tidak terjadi, pembuluh darah
di dalam endometrium akan melemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh ekstrak kulit biji mete terhadap struktur uterus tikus putih. Metode
yang digunakan adalah dengan percobaan pada tikus putih yang berusia 2,5 bulan
, dengat berat 2,5bulan, dengan berat 150-200 gram yang berasal dari LPPT UGM
Unit IV. Bahan pembuatan ekstrak: kulit biji mete, etanol destilat 96%, kertas
saring, akuades,larutan Natrium Karboksil Metil Sellulosa 0.5%.
Bahan pembuatan preparat histologis
uterus, uterus, larutan buffer formalin, dsb. Alat yang digunakan adalah hewan
uji, timbanagn hewan,dan sode lambung. Alat yang digunakan pengamatan ustrus, cutton bud,objek glass, mikroskop
cahaya. Pada beberapa treatmen terlihat struktur uterus semua perlakuan.
Struktur uterus kelompok P1 dan P2 terlihat lumen yang bersih, lebar dan
epitelnya tersusun teratur. Daerah endometrium terlihat berukuran lebih tebal.
Kelompok P3 terlihat lumen yang relatif sempit, daerah endometium yang relatif
tipis dan sel-sel penyusunnya tersusun longgar, serta tebal epitel yang lebih
tipis dari pada kelompok P1 dan P2. Sel-sel epitel di daerah endometrium terlihat mengalami
lisis, terlihat adanya vaskularisasi jaringan, dimana epitel menempel di
kelenjer sehingga lamina propria menjadi tipis. Hal ini disebabkan oleh
pemberian ekstrak kulit biji mete, dimana ekstrak kulit biji mete menyebabkan
struktursel penyusun endometrium. Perubahan struktur endometrium untuk
implatasi embrio. Beberapa sel mempunyai silia, siasanya memiliki mikrovili
permukaan. Struktur epitel seperti ini berhubungan dengan fungsinya sebagai
tempat implantasi bagi embrio.
Hal ini terjadi karena adanya pengelupasan dari lapisan mukosa epitel
sehingga epitel silindris yang terdapat pada bagian atas terkikis, sehingga
yang tertinggal adalah sel epitel di bagian basal yang berbentuk kubus. Adanya
perubahan struktur epitel ini bisa menyebabkan implantasi embrio tidak melekat
erat, sehingga bisa menyebabkan aborsi. Hal ini disebabkan karena ekstrak kulit
biji mete bersifat lipid sehingga dengan mudah masuk ke bagian dalam/ nukleus
dari sel. Dengan cara difusi ekstrak kulit biji mete dapat melewati membran sel
yang bersifat lipid bilayer, sehingga terjadi penumpukan lemak di dalam sel.
Akibat adanya kelebihan lemak di dalam sel, organel sel (tertama Aparatus
Golgi) akan bekerja lebih keras untuk mengubah lemak ini menjadi metabolit
sehingga dapat mengganggu kerja sel. Hal ini juga dapat diamati pada kelompok
hewan yang diberi perlakuan, vaginanya selalu basah dan lengket.
Hasil penelitian tentang Perubahan
Histologis Uterus Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar :
Aktifitas Antifertilitas Ekstrak Kulit Biji Mete (Anacardium occidentale L.)
dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit biji mete menyebakan perubahan struktur
uterus tikus albino. Terjadi perubahan susunan epitel endometrium dari epitel
berlapis kubus bersilia menjadi epitel selapis kubus.
Hal yang menarik
- Perbedaan struktur sel endometrium pada tikus
putih setelah di beri beberapa treatmen
- Penggunakan kulit biji mete sebagai antifertilitas
- adanya pengelupasan dari lapisan mukosa epitel
sehingga epitel silindris yang terdapat pada bagian atas terkikis,
sehingga yang tertinggal adalah sel epitel di bagian basal yang berbentuk
kubus
- ekstrak biji mete menyebababkan perubahan
struktur uterus tikus albino
Termitologi
- Abortifasien : senyawa yang memiliki peranan
untuk menginduksi keguguran janin atau embrio pada tubuh ibu hamil
- Bakterisidal : substansi yang dapat membunuh
bakteri
- Myometrium : lapisan tengah dari dinding Rahim yang
terdiri dari sel-sel otot polos dan mendukung jaringan stroma dan pembuluh
darah.
- Pewarna Giemsa : sebuah teknik pewarnaan
mikroskopi yang pertamakali dikembangkan oleh Gustav Giemsa
- Zat senobiotik : zat asing yang masuk tubuh
manusia
Komentar
Posting Komentar